PROPOSAL ANGGARAN AS 2013 Berdampak Positif Bagi Indonesia
JAKARTA—Keputusan Kongres Amerika Serikat (AS) menyetujui proposal pajak untuk anggaran 2013 dinilai akan berdampak positif terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Khususnya, terkait pulihnya sentimen investor di pasar keuangan internasional.
Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan keputusan tersebut berdampak positif terhadap dunia dan Indonesia. Kekhawatiran di pasar global atas risiko fiscal cliff di AS diharapkan dapat mereda.
"Dengan keputusan ini, sebetulnya kita belum melihat bahwa permasalahannya sudah lewat, karena banyak yang disetujui bersama dengan kongres AS itu sifatnya penundaan dan tentu hal ini musti diwaspadai," ujarnya hari ini, Kamis (03/01/2013).
Kongres AS mengesahkan undang-undang yang mengakomodasikan peningkatan tunjangan pengangguran, penundaan pemangkasan anggaran selama 2 bulan, dan berakhirnya masa berlaku pemotongan 2% pajak penghasilan.
Meskipun dapat mengurangi dampak fiscal cliff, keputusan ini tidak akan mengurangi defisit anggaran sebanyak yang ditargetkan. Awal tahun lalu, pemerintah dan parlemen AS memutuskan kenaikan pagu utang hingga US$16 triliun.
Agus menuturkan terhindarnya AS dari fiscal cliff akan berdampak terhadap ekonomi AS, termasuk pola ekspor-impor AS. Hal ini menjadi signifikan bagi Indonesia mengingat posisi AS sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan keputusan Kongres AS mengindikasikan bahwa AS tidak ingin jatuh dalam jurang fiskal yang berujung pada resesi.
"Yang kemarin itu yang penting mencegah supaya fiscal cliff tidak terjadi. AS butuh waktu lagi untuk mencapai kesepakatan yang diterima dua belah pihak," katanya. (sut)
0 komentar:
Post a Comment